Dakwah Solutif

gambar oleh saifcomic.deviantart.com

gambar oleh saifcomic.deviantart.com

Kamis malam, 10 Oktober 2013 merupakan malam yang istimewa bagi kami karena sepekan sebelumnya sudah direncanakan bahwa malam tersebut kami akan mengunjungi salah seorang ikhwah senior, ikhwah yang pengalaman dan ilmunya diharapkan menambah wawasan serta semangat kami untuk lebih banyak berkontribusi di jalur dakwah ini.

Waktu menunjukkan pukul 20.30 WIB, waktu yang telah disepakati oleh kami untuk berkumpul sebelum lanjut bersama-sama menuju kediaman ikhwah senior yang kami tunggu-tunggu sejak sepekan lalu. Setelah semua berkumpul, kemudian salah satu dari kami yaitu Pak Suki yang merupakan murobbi kelompok ini memimpin perjalanan kami bersama-sama menggunakan sepeda motor miliknya.

Perjalanan berlangsung tidak lama, hanya kira-kira sepuluh menit kami sudah sampai di kediaman sang ikhwah senior.

Hingga kami sampai di kediaman beliau, tidak satupun dari kami -anggota kelompok lingkaran ini- yang tahu siapa gerangan ikhwah senior yang kami kunjungi ini. Sampai sebuah nama terucap dari lisan sesosok ikhwan berkacamata, seraya tangan-tangan kami berjabatan dengan tangannya, “Bambang…” begitu beliau menyebut namanya sambil tersenyum kepada kami.

Setelah masing-masing kami memperkenalkan diri dan sang ikhwah senior ini memperkenalkan dirinya, barulah kami tahu, yang sekarang ada di hadapan kami ini adalah Bambang Suherman yang kemudian kami ketahui juga bahwa beliau adalah seorang Deputi Direktur Dompet Dhuafa. Saya kemudian membatin “wah orang hebat ini, pengalamannya pasti sudah luar biasa hingga bisa menempati posisi yang begitu strategis di Dompet Dhuafa”.

Benar saja, hampir 2 jam pertemuan kami berlangsung dengan beliau. Dan 2 jam tersebut penuh dengan cerita dan nasihat yang membuat semangat kami semakin bergelora untuk lebih banyak berkontribusi untuk umat. Salah satu nasihat yang paling saya ingat dari beliau adalah:

Bahwa dakwah bagaikan seorang tenaga kesehatan yang didatangi oleh pasien yang mengeluh sakit kepala.

Tenaga kesehatan yang baik akan melakukan tindakan yang paling cepat untuk sakit kepala yang saat ini dirasakan oleh pasien, setelah sakit kepalanya mereda baru si tenaga kesehatan tersebut memberikan nasihat/solusi yang bersifat jangka panjang kepada si pasien agar sakit kepala yang baru saja dirasakan tidak datang lagi di kemudian hari.

Begitupun dakwah, seharusnya yang pertama dilakukan adalah mengatasi masalah sosial yang nyata dirasakan oleh ummat saat ini setelah kondisi cukup kondusif barulah kemudian nasihat-nasihat Islami yang bersifat jangka panjang dihembuskan kepada ummat agar masalah-masalah sosial lama tak terjadi kembali serta mencegah masalah-masalah sosial baru di kemudian hari.

Sungguh pertemuan yang inspiratif bagi kami, ingin sekali kami di kemudian hari bisa bertemu kembali untuk bercerita dan meminta masukan atas ikhtiar kami untuk ummat dalam waktu dekat ini. Semoga masih ada umur untuk bertemu beliau lagi, aamiin… 🙂

Advertisements

One thought on “Dakwah Solutif

  1. mantap jaulah syuyukh nya…
    bertemu orang yang tepat, memotivasi jadi lebih mantap berkontribusi…
    bissmillahirrohmaanirrohiimmm…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s